Obat Kuat Alami Ramuan Tradisional Untuk Para Raja

Obat kuat sudah menjadi kebutuhan semua kalangan sejak dulu, tidak terkecuali raja. Bahkan tiap raja di beberapa belahan dunia mempunyai jamu dan ramuan obat kuat masing-masing. Di masa lalu, seorang raja paling tidak mempunyai empat isteri resmi (utama). Belum termasuk selir-selir mereka yang berjumlah puluhan bahkan ratusan. Karenanya, untuk menopang aktifitas menikmati surga dunia dibutuhkan suplemen obat kuat. Apa saja?

Obat Kuat Alami Ramuan Para Raja

Di Wonosobo, tepatnya di dataran tinggi Dieng, terdapat tumbuhan atau tanaman yang hanya bisa dipanen setiap 4 atau 5 tahun sekali. Tanaman ini mempunyai khasiat hebat bagi para lelaki yang menginginkan dirinya kuat dan perkasa di atas ranjang. Ini adalah “viagra” jawa: Purwaceng. Tanaman ini hanya tumbuh di sekitaran Dieng saja.

Daerah Wonosobo pernah menjadi pusat peradaban kerajaan Hindu di masa silam. Hal ini berdasarkan banyaknya tinggalan candi-candi, baik candi yang masih utuh maupun candi yang sudah rusak maupun hancur. Pada waktu itu, hampir semua orang dari berbagai lapisan baik orang biasa sampai seorang raja merasa wajib untuk mengkonsumsinya. Keyakinan akan khasiat tanaman ini dipercaya oleh masyarakat Wonosobo dan sekitarya di Jawa Tengah dapat dijadikan sebagai obat kuat bahkan sampai sekarang.

Seperti sudah disampaikan di atas, bahwa seorang raja di masa silam paling tidak mempunyai empat isteri utama, belum termasuk selir-selir mereka. Alasan perkawinan para raja jaman dulu seringkali adalah karena alasan politis, dan bukan hanya pemuas hasrat seksual.

Para Raja Mempunyai Banyak Isteri Dan Selir

Otto Sukatno menyampaikan dalam Sex Para Pangeran (2002), bahwa setelah peperangan usai, biasanya raja yang menjadi pemenang akan menikahi anak perempuan penguasa / raja yang sudah dikalahkan. Sebagai upaya penjinakan politik lawannya.

Salah satu cara membangun dan menjaga kekuasaan adalah melalui perkawinan. Semakin banyak anak gadis raja / bangsawan lain yang dikawini, maka kedudukan raja tersebut akan semakin kuat. Selain itu, semakin banyak isteri mereka, maka seorang raja atau bangsawan, maka ia akan terlihat perkasa.

Bahkan di Timur Tengah, kebesaran dan keperkasaan seorang raja seringkali juga dilihat berdasarkan jumlah Harem yang mereka miliki. Biasanya dalam sebuah Harem, terdapat pemandian yang mungkin mirip seperti pemandian di komplek Taman Sari di Keraton Yogyakarta. Di situlah raja akan menikmati surga dunia, dan melaksanakan tugasnya sebagai seorang laki-laki.

Di sinilah pentingnya para raja mengkonsumsi obat kuat alami mereka. Termasuk Purwaceng maupun jamu kuat lainnya yang membuat para raja menjadi perkasa di atas ranjang.

Kekuasaan Para Raja Masa Kekuasaan VOC

Sebelum VOC (Vereniging Oost-Indische Compagnie) datang dari Belanda, raja dan para bangsawan begitu berkuasa di Indonesia. Mereka mempunyai wilayah kekuasaan dan otonomnya masing-masing. Namun setelah VOC dan pemerintah Belanda datang dan berkuasa, maka semakin berkuranglah kekuasaan raja-raja lokal dan para bangsawan lokal. Bahkan sumber kekayaan kerajaan pun diambil juga oleh Belanda. Namun demikian, meskipun harus tunduk kepada Belanda, urusan kawin para raja dan bangsawan tetap jalan terus.

Tengok saja Pangeran Diponegoro, meskipun bukan raja, namun dia punya banyak isteri. Berdasarkan agam Islam yang dianutnya, sang Pangeran boleh mempunyai isteri lebih dari satu (maksimal empat). Namun para bangsawan dan raja juga mempunyai isteri lebih dari empat. Jika pun isteri mereka hanya empat, namun selir-selir mereka tak terhitung.

Contoh lain adalah Sunan Pakubuwono X yang menjadi raja Surakarta sejak 1893 sampai 1939, adalah seorang raja dengan 45 orang isteri. Dari semua isteri, beliau mendapatkan 68 orang anak. Dan sebagai suami yang adil, tentu sang raja harus menafkahi dan menggauli isteri dan para selirnya. Dan adalah kehormatan serta kebanggaan bagi para perempuan di masa silam ketika dirinya terpilih untuk digauli raja. Tentu saja para raja membutuhkan tambahan suplemen sebagai obat kuat untuk menunaikan dan melampiaskan hasratnya.

Beberapa Bahan Alami Obat Kuat

Ramuan khusus jamu kuat Sunan Pakubuwono X merupakan resep warisan leluhurnya yang sudah ada sebelum abad XX. Menurut literatur, bahwa bahan-bahannya adalah 40 butir Merica, 40 lembar daun Sirih dan 40 buah Bawang Lanang yang direbus. Setelah itu, semua bahan dihaluskan dengan batu dan diembunkan semalaman sebelum diminum sebagai obat kuat.

Obat Kuat Para Raja

Selain Purwaceng, Merica dan Bawang Lanang, ada berbagai jamu atau ramuan obat kuat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia yang menjadi jamu kuat favorit para raja . Bahkan beberapa raja di dunia juga menggunakan ramuan obat kuat sebagai suplemen tambahan dalam menunjang kehidupan seks mereka.

Beberapa tumbuhan lainnya selain Purwoceng di Wonosobo, ada beberapa tumbuhan yang digunakan sebagai jamu kuat. Diantaranya dalah Pasak Bumi yang mempunyai beberapa isilah dan nama. Semantara di Tiongkok, mereka menggunakan Ginseng untuk suplemen seksual mereka. Selain Ginseng, mereka juga menggunakan Tanduk Rusa dan Cula Badak sebagai bahan baku obat kuat.

Kisah Mao Ze Dong

Mao Ze Dong berhasil melawan gempuran para kaum nasionalis Kuomintang yang dipimpin oleh Chiang Kai Shek. Bahkan berhasil memojokkan Kuomintang di pulau Formosa yang menjadi Taiwan. Di masa tuanya saat malam tiba, perempuan-perempuan cantik dan muda dipilihkan untuk menemani Mao Ze Dong.

Namun umur yang sudah uzur tidak menjadi masalah bagi Mao. Suntikan sari tanduk rusa yang disuntikkan oleh dokter pribadinya menjadikan Mao tetap garang di atas ranjang. Pada saat itu belum ada Viagra seperti saat ini 🙂

Tanduk rusa dipercaya dapat meningkatkan daya tahan dan kejantanan pria dewasa di atas ranjang.

Menurut Jatna Supriatna dalam Melestarikan Alam Indonesia (2008) bahwa di Tiongkok, selain tanduk rusa, rendaman embrio rusa di dalam arak juga dapat meningkatkan kejantanan pria. Selain itu, cula badak pun dipercaya dapat memberikan khasiat sebagai obat kuat pria dewasa. Selain itu juga dapat menjadi obat pembesar penis yang ampuh.

Tanduk Rusa Dan Cula Badak

Penggunaan cula badak sebagai suplemen kejantanan pria tidak hanya di Tiongkok saja. Orang-orang Kenya di Afrika, Yaman di Timur Tengah, India, Thailand dan Burma juga percaya khasiat cula badak.

Mungkin hal itulah yang menjadikan cula badak jadi bahan perburuan dengan harga yang sangat mahal. Di masa lalu, seperti ditulis Rosihan Anwar dalam Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia (2004), di zaman Kerajaan Sriwijaya, kerajaan yang berpusat di sekitar Palembang itu setidaknya sembilan kali mengirim utusan ke Tiongkok. Sekitar abad ke X, delegasi Sriwijaya tersebut membawa barang dagangan, di antaranya cula badak. Dapat diduga, barang itu untuk dikonsumsi para raja dan bangsawan pula.

Pin It on Pinterest

Share This