Bisnis Ramadhan: Menambah Penghasilan Selama Puasa Dengan Modal Di Bawah 5 Juta

Menambah Penghasilan Selama Puasa Assalamu ‘Alaikuum… Bagaimana puasanya hari ini? Masih lancar kan? Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Pada bulan ini semua umat Islam di wajibkan puasa Ramadhan, kecuali yang sedang benar-benar berhalangan.

Oh iya, bulan Ramadhan tidak hanya identik dengan ibadah puasa saja, namun juga peluang bisnis dadakan yang menggiurkan dan sayang sekali untuk dilewatkan. Buat nambah-nambah THR ya lumayan lah.

Yang kami maksud dengan bisnis dadakan pada tulisan ini adalah jenis usaha yang permintaan dan pembeliannya mendadak naik selama bulan Ramadhan. Anda dapat memanfaatkan momen ini untuk menambah penghasilan selama puasa dengan membuka usaha sampingan selama bulan Ramadhan sembari tetap bisa bekerja di kantor sebagai pegawai.

Menambah Penghasilan Selama Puasa Modal Di Bawah 5 Juta

Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha selama bulan Ramadhan ini? Soal modal tidak perlu khawatir. Karena, usaha di bawah ini hanya membutuhkan dana tidak lebih dari 5 juta. Jadi anda tidak harus mengambil pinjaman di Bank ataupun meminjam uang te teman untuk modal usaha. Cukup dari tabungan pribadi anda sudah mendapatkan modal untuk usaha Ramadhan ini. Dan anda pun bisa merasakan manisnya peluang bisnis Ramadhan ini.

Jadi, apa saja jenis bisnis Ramadhan dengn modal di bawah 5 juta? Mari kita simak ulasannya di bawah:

1. Bisnis katering ‘made by order’

Bisnis yang satu ini selalu bersinar di bulan Ramadhan, terutama saat berbuka. Jika anda pekerja kantor, anda bisa mulai menawarkan kepada teman-teman kantor anda atau kenalan lain yang juga seorang pekerja kantoran untuk memesan menu buka puasa di katering anda.

bisnis ramadan katering

Akan lebih bagus lagi jika anda mendapatkan order satu bulan penuh. Jadi anda tidak perlu capek-capek mencari pelanggan baru lagi kan?

Tawarkan bisnis katering anda ini kepada para pegawai kantoran yang indekos dan masih lajang. Biasanya mereka enggan untuk memasak sendiri masakan untuk berbuka puasa. Nah untuk pemasarannya, anda pun juga bisa menerapkan sistim afiliasi. Tidak masalah dong bisnis katering skala kecil menggunakan sistem afiliasi? Jadi anda bisa meminta kenalan anda tersebut untuk menawarkan ke teman sekantornya. Setiap pesanan yang lewat dia, dia akan mendapatkan komisi afiliasi. Misalnya setiap 1 box makanan yang dipesan lewat teman anda tersebut, dia akan mendapatkan Rp. 3.000/box. Terserah dia akan mengambil uang tersebut tunai, atau dipotongkan setiap dia pesan menu tersebut.

Namun jika anda mendapatkan order harian pun juga tidak masalah kok. Karena modalnya bisa anda putarkan untuk produksi katering di hari berikutnya.

Misalnya hari senin, anda mendapat pesanan 20 box menu buka puasa. Maka modal awal yang anda butuhkan adalah:

  • Peralatan memasak: Rp 0 (dengan asumsi anda sudah mempunyainya di rumah)
  • Dapur: Rp 0 (menggunakan dapur di rumah)
  • Bahan masakan dan bumbu: Rp 20.000/box (isi: nasi putih + sayur tumis + ayam goreng + sambal + buah pisang / jeruk + kerupuk)
  • Kotak nasi ukuran 20 x 20 isi 100 pcs = Rp 75.000

Total modal awal: 0 + 0 + (20.000 x 20) + 75.000 = Rp 475.000

Nah, untuk produksi hari pertama, anda membutuhkan modal sebesar Rp 475.000. Dengan harga jual per box nasi Rp 30.000. Maka omzet anda di hari pertama adalah Rp 600.000. Omzet pada hari pertama ini bisa anda putar lagi untuk produksi katering di hari ke dua, begitu seterusnya.

2. Bisnis makanan dan minuman untuk buka puasa

Anda tentunya sering sekali melihat orang (kebanyakan anak muda) yang menawarkan minuman atau makanan untuk buka puasa di pinggir-pinggir jalan. Saat bulan puasa, penjual makanan dan minuman dadakan biasanya akan membludak di pinggir jalan. Apalagi saat menjelang berbuka puasa. Mereka semakin rame, bahkan tak jarang menjadi biang kemacetan.

bisnis makanan dan minuman buka puasa

Anda pun juga bisa memanfaatkan peluang ini untuk menambah pundi-pundi keuangan. Anda bisa membuka lapak dadakan di depan rumahm atau menyewa space di trotoar jalan untuk menjajakan makanan dan minuman buka puasa.

Untuk modal, kira-kira begini islustrasinya:

  • Sewa lapak pinggir jalan: Rp 100.000 (per hari) x 30 (hari) = Rp 3.000.000
  • Meja kayu sederhana buat display dagangan: Rp 350.000
  • Produksi makanan pembuka (gorengan, lontong, kue manis) 100 buah: Rp 100.000
  • Produksi minuman pembuka (takjil + kolak pisang) 100 gelas: Rp 500.000
  • Jasa penunggu lapak untuk 30 hari (3 jam sehari): Rp 1.000.000

Total modal awal: 3.000.000 + 350.000 + 100.000 + 500.000 + 1.000.000 = Rp 4.950.000

Dengan harga jual makanan Rp 2.000 per buah dan minuman Rp 7.500 per gelas. Maka omzet anda dalam waktu sehari adalah Rp 950.000 jika seluruh dagangan laku terjual.

3. Reseller atau dropshipper busana muslim online

Menjelang lebaran tiba, permintaan dan pembelian busana muslim pasti akan meningkat dengan drastis. Hal ini wajar, sebab akan banyak umat muslim yang ingin membeli baju lebaran untuk dipakai saat sholat Ied maupun untuk silaturahmi ke sanak famili.

jual baju muslim ramadhan

Nah, kesempatan emas ini tidak boleh dilewatkan begitu saja, anda bisa memanfaatkan peluang ini dengan menjadi reseller atau dropshipper baju busana muslim online.

Bahkan bisnis ini cenderung tanpa modal. Karena dropshipper hanya perantara antara supplier dengan pembeli. Jadi saat ada orang yang membeli baju muslim di tempat anda, dan mereka telah membayar harga dan ongkos kirimnya, anda tinggal memesankannya kepada suplier. Nah si suplier ini yang akan mengurus semuanya dengan menggunakan nama toko anda. Dari mulai packing atau pembungkusan, hingga pengiriman. Anda bisa menggunakan alamat dan logo ‘toko’ anda sebagai pengirim atau penjualnya.

Sedangkan reseller adalah orang yang menjual kembali produk yang sudah dibeli dari suplier. Nah sebagai reseller, maka anda akan mendapatkan harga agen atau harga grosir yang lebih murah.

Jika anda mempunyai Rp 5 juta sebagai modal, anda bisa memilih menjadi reseller baju / busana muslim dengan membeli produk tersebut terlebih dulu senilai modal yang anda miliki, yaitu Rp 5 juta. Keuntungannya dapat anda ambil dari selisih harga beli di suplier dan harga jual anda kepada pembeli.

Namun jika anda tidak mempunyai modal, tidak perlu khawatir. Anda bisa menjadi dropshipper. Seperti yang sudah kami sampaikan di atas, bahwa tugas anda hanyalah memasarkan busana muslim yang dijual secara online dari suplier. Anda dapat memanfaatkan social media seperti facebook, twitter ataupun instagram untuk memasarkannya. Atau jika anda mempunyai website pribadi, anda juga bisa memanfaatkannya untuk menjual busana muslim tersebut.

4. Bisnis kue kering

Bisnis yang satu ini menjadi bisnis paling laris manis, apalagi menjelang lebaran. Menjualnya pun lebih mudah. Anda bisa menawarkan kepada teman-teman kantor, tetangga, saudara, dan para pengikut (follower) di media sosial kita.

bisnis kue kering

Jika anda tertarik, begini kurang lebih iustrasinya:

  • Oven kecil sederhana: Rp 500.000
  • Loyang kue kering 2 pcs: Rp 10.000 x 2 = Rp 20.000
  • Toples mika plastik 50 pcs: Rp 4.000 x 50 = Rp 200.000
  • Biaya produksi kue 50 toples: Rp 50.000 x 50 = 2.500.000

Total modal awal: 500.000 + 20.000 + 200.000 + 2.500.000 = Rp 3.220.000

Nah, dengan harga jual Rp 75.000 per toples, omzet anda bisa mencapai Rp 3.750.000 untuk tiap penjualan 50 toples kue. Nah maksimalkan keuntungan menjual ke kering ini dengan gigih dan pantang menyerah jualannya. Anda bisa mem-foto dan mengunggahnya di social media untuk memasarkannya. Semangat!

5. Bisnis parcel lebaran

Kehadiran parcel lebaran pasti akan menambah keceriaan di hari Idul Fitri. Apalagi jika isinya adalah kue-kue dan semilan yang menggoda. Dijamin anda tidak sabar untuk segera membukanya.

bisnis parcel lebaran

Tidak mengherankan jika parcel lebaran menjadi barang paling favorit untuk oleh-oleh atau buah tangan untuk saudara, kerabat dan handai taulan di saat hari raya Idul Fitri.

Jika anda ingin memanfaatkan ini menjadi bisnis, tentu saja bisa. Modal yang dibutuhkan pun bisa anda sesuaikan dengan membuat parcel berdasarkan order yang masuk.

Misalnya, anda mendapatkan orderan 10 parcel dengan isi 1 kue kaleng besar, 2 toples kue kering, dan 1 set cokelat pralines. Beginilah kira-kira hitung-hitungannya:

  • Keranjang parcel rotan 10 pcs: Rp 55.000 x 10 = Rp 550.000
  • Plastik pembungkus 70 cm x 90 cm = Rp 45.000 per pak (isi 50 lembar)
  • Kue kaleng 908 gram 10 pcs = Rp 130.000 x 10 = Rp 1.300.000
  • Kue kering 20 toples = Rp 75.000 x 20 = 1.500.000
  • Cokelat pralines 10 set = Rp 115.000 x 10 = Rp 1.150.000

Total modal awal = 550.000 + 45.000 + 1.300.000 + 1.500.000 + 1.150.000 = Rp 4.545.000

Jika anda menjual parcel lebaran tersebut dengan harga Rp 500.000 per parcel, maka total omzet untuk orderan pertama bisa sampai Rp 5.000.000 lho!

 

Demikianlah beberapa jenis usaha atau bisnis dadakan yang dapat anda pilih saat bulan Ramadhan. Bulan puasa adalah bulan yang penuh dengan berkah. Tidak hanya berkah untuk amal ibadah kita saja, tapi berkah juga buat kantong. Yuk manfaatkan sebaik mungkin!

Jika anda merasa bahwa artikel ini bermanfaat, jangan hanya disimpan sendiri. Yuk bagikan dan share ke media sosial agar teman anda juga mendapatkan manfaat. Bukankah berbagi itu indah? apalagi berbagi di bulan puasa. Ya kan?

Pin It on Pinterest

Share This