Mempersiapkan Masa Pensiun? Bahas 6 Hal Ini Bersama Pasangan

Mempersiapkan masa pensiun sejak dini perlu kita lakukan. Berapa usia anda saat ini? 30 tahunan? 40 tahunan? atau malah sudah hampir 50 tahun? Untuk anda yang masih berusia 30 tahun, masa pensiun memang terasa masih jauh ya, karena masih 20 tahunan lagi baru pensiun.

Namun nyatanya, dalam dunia kerja waktu berjalan dengan begitu cepatnya. Dan di saat itulah tidak sedikit orang yang baru menyadari bahwa mempersiapkan masa pensiun seharusnya diprioritaskan. Dan jika anda sudah berkeluarga, sudah seyogyanya dana pensiun dirundingkan dan dipersiapkan bersama dengan pasangan anda.

Hal yang harus diperhatikan saat mempersiapkan masa pensiun.

Namun sayangnya, dua diantara tiga pasangan ternyata hampir tidak pernah membicarakan persiapan masa pensiun. Ada beberapa faktor kenapa mereka tidak membahas atau merundingkan persiapan masa pensiun. Bisa jadi karena merasa tidak nyaman membahasnya, atau mungkin karena mereka menganggap belum perlu membahas dana pensiun.

Padahal, ada banyak hal yang seharusnya anda persiapkan dan memang akan lebih efektif jika dikerjakan bersama dengan pasangan anda. Nah, pada kali ini kami akan sajikan enam langkah yang perlu anda pertimbangkan bersama dengan pasangan anda untuk mempersiapkan masa pensiun sebelum memasuki usia 50 tahun:

1. Tentukan biaya untuk dana pensiun

Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, bahwa banyak pasangan yang ternyata tidak mempedulikan soal masa pensiun mereka. Padahal pada masa pensiun nanti, anda akan menjalani sisa hidup bersama dengan pasangan anda.

Kelak, seiring dengan berjalannya waktu, anak-anak anda akan meneruskan kehidupan mereka masing-masing dan tidak mungkin lagi mengurus keuangan anda bersama dengan pasangan. Oleh karena itu, anda berdua dengan pasangan harus mempersiapkan masa tua sesudah pensiun.

Tentukan berapa angka yang dibutuhkan untuk dana pensiun anda dan pasangan. Dengan demikian anda sudah bisa mempersiapkan dana pensiun sejak dini bersama pasangan. Tidak usah sungkan membahas angka, karena semakin dini dana pensiun ini anda tentukan, semakin matang persiapan masa pensiun anda. Anda juga akan semakin tenang.

tentukan biaya untuk dana pensiun

 

2. Perhatikan utang

Adalah wajar jika anda memiliki utang di masa usia produktif. Semakin lama anda bekerja, tentunya akan ada peningkatan karir yang diiringi dengan peningkatan pendapatan. Jika memang dibutuhkan, utang memang sah-sah saja. Namun usahakan masih di bawah kewajaran dibandingkan dengan penghasilan anda.

Seiring dengan berjalannya waktu, satu per satu utang tersebut akan dapat dilunasi. Cepat atau lambat, anak-anak anda juga akan lulus dari bangku sekolah dan kuliah sehingga tidak ada lagi biaya pendidikan yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Nanti ketika anak-anak anda sudah beranjak dewasa, mereka akan menemukan pekerjaan dan mempunyai penghasilan sendiri, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk membiayai anak juga akan berkuarang. Nah ketika utang sudah lunas, dan biaya untuk anak juga sudah berkurang, anda akan mempunyai arus kas yang lebih fleksibel.

Ada kelebihan dana yang biasa dibayarkan untuk membayar cicilan atau utang. Dan dana tersebut bisa digunakan untuk memaksimalkan persiapan dana pensiun anda berdua dengan pasangan. Dengan begitu, dana yang diinvestasikan akan meningkat lebih cepat.

perhatikan utang anda

 

3. Sederhanakan investasi

Kemampuan fisik anda akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya umur. Kemampuan berpikir anda juga akan berbeda saat anda masih berusia 20 tahunan.

Bisa jadi anda akan semakin kesulitan untuk mengurus produk-produk investasi yang terlalu beragam. Sebaiknya, sebelum memasuki usia 50 tahun anda dan pasangan mulai lebih menyederhanakan investasi.

Pilihlah produk-produk yang lebih mudah dikontrol dan tidak mengharuskan anda untuk mengeluarkan lebih banyak usaha untuk mengelola investasi-investasi tersebut setiap bulan. Semakin bertambahnya usia, biasanya profil resiko seseorang akan semakin mengarah kepada profil resiko konservatif.

Anda bisa mencari produk-produk investasi yang memiliki resiko yang relatif lebih rendah supaya dana pensiun semakin terjamin. Tidak usah yang ribet-ribet. Kecuali jika anda memang sudah paham dengan resiko dan peluangnya.

sederhanakan investasi

 

4. Tutup “bank mama papa”

Saat anak-anak anda sudah memasuki usia mandiri, bicarakah kepada mereka dan katakan bahwa sekarang saatnya “bank mama papa” ditutup. Itu artinya, tidak ada lagi dana yang dikeluarkan untuk membiayai mereka. Biarkan mereka mandiri dan membiayai hidup mereka sendiri dengan penghasilan yang sudah dimiliki.

Paragraf di atas sepertinya terlihat kejam, tega, atau pelit. Namun jangan salah, dengan demikian justeru anda akan mengajarkan kepada anak-anak anda untuk mandiri dan belajar untuk bertahan hidup. Di sisi lain, keuangan anda akan lebih terjaga dan dana pensiun anda juga lebih terjamin.

Tidak banyak orang tua yang membicarakan hal ini dengan anak-anak mereka. Sehingga pada akhirnya tidak ada perjanjian yang jelas mengenai keuangan dengan mereka. Alhasil, anak-anak mereka akan terus “mengandalkan” dan meminta kepada orang tuanya, bahkan saat mereka sudah menikah dan mempunyai anak.

Memang tidak salah menyayangi anak sendiri, tapi jangan lupa bahwa anda mempunyai kebutuhan sendiri dengan pasangan anda, yaitu pensiun. Disamping itu mereka akan terus “merengek” dan manja kepada anda. Kapan mereka akan mandiri jika demikian terus menerus?

tutup bank mama papa

 

5. Bedakan pensiun dengan berlibur

Banyak orang yang berharap untuk pindah rumah dan tempat tinggal ke tampat yang lebih tenang ketika memasuki pensiun. Keinginan tersebut tidak masalah jika memang anda berkomitmen untuk pindah ke tempat yang dimaksudkan di atas. Ada sebagian orang yang lebih memilih membeli tanah dan membangun rumah di pedesaan yang lebih tenang dan sepi.

Beberapa bulan awal memang semuanya terasa sangat menyenangkan. Karena anda tidak harus menghadapi macet dan mendengar keributan kendaraan yang ramai seperti di kota. Namun sering kali, kebahagiaan itu hanya bertahan beberapa bulan saja.

Setelah itu banyak pasangan yang merasa ternyata hidup di desa itu terlalu sepi. Akhirnya mereka kembali pindah ke kota agar dapat pergi ke pusat kebugaran untuk olahraga, berbelanja di mall dan tempat lainnya. Akhirnya anda harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk mengurus kepindahan tersebut. Jika hanya beberapa bulan saja, itu bukan pensiun namanya, tapi berlibur 🙂

Perlu diingat bahwa saat sudah pensiun nantinya, tidak ada aktifitas dan rutinitas yang biasanya anda lakukan setiap hari seperti saat sebelum pensiun. Pada awal-awal masa pensiun, banyak orang yang mengalami Shock Power Syndrom. Apalagi bagi mereka yang memiliki jabatan pada saat sebelum pensiun. Mereka akan mengalami kesepian dan kebosanan karena tidak ada kegiatan yang dilakukan setiap harinya.

Jika memang memutuskan untuk pindah ke tempat lain yang lebih tenang, anda berdua harus berkomintment untuk tetap tinggal di tempat tersebut bersama pasangan. Lakukan kegiatan yang dapat mengusir kebosanan, seperti misalnya melakukan cocok tanam, berkebun, beternak ikan, dan lain sebagainya.

bedakan pensiun dengan liburan

 

6. Pelihara kesehatan

Memelihara kesehatan adalah sebuah keharusan. Dengan memelihara kesehatan diharapkan anda akan terhindar dari berbagai biaya pengobatan rumah sakit. Serta terhindar dari biaya obat-obatan yang sangat mahal. Umumnya orang yang lebih menjaga kesehatan sejak muda akan relatif lebih sehat pada masa tuanya.

pelihara kesehatan

 

Demikianlah enam hal yang sebaiknya anda bahas dengan pasangan untuk mempersiapkan masa pensiun. Ingat, bahwa tidak mudah untuk menghadapi masa pensiun. Yang sudah mempunyai dana pensiun saja tidak mudah, apalagi jika anda tidak mempersiapkan dana pensiun?

Ada baiknya anda mengambil pelatihan masa persiapan pensiun. Dengan mengikuti pelatihan masa persiapan pensiun, anda berdua akan lebih siap dan tenang menghadapi masa pensiun. Jadi tunggu apa lagi? Segera bahas dengan pasangan anda untuk mempersiapkan masa pensiun!

Jangan lupa bagikan artikel ini supaya teman atau saudara anda membaca dan mengetahui persiapan masa pensiun mereka. Berbagi itu indah bukan?

Pin It on Pinterest

Share This